Backpackneymoon: Honeymoon ala Backpacking dengan Menggunakan Campervan

Bosan dengan konsep honeymoon yang selalu diidentikkan dengan menginap di hotel berbintang 5 dan bersantai di pantai, kami, Adam & Susan, pasangan berbeda negara memilih untuk menciptakan konsep honeymoon yang tidak biasa. Backpackneymoon, demikianlah istilah baru yang kami buat, terinspirasi dari honeymoon ala backpacking.

Unsur backpacking yang kami ambil adalah menekan budget supaya bisa traveling (dalam hal ini honeymoon) lebih lama. Jika biasanya honeymoon itu hanya berkisar antara beberapa hari sampai seminggu, kami memilih untuk honeymoon selama dua bulan. Tujuan yang dipilih pun bukanlah pantai dengan suasana tropis, melainkan negara yang sedang mengalami musim dingin. Dari pertengahan Juni 2012 sampai pertengahan Agustus 2012, kami berkeliling New Zealand dan Australia dengan menggunakan campervan. New Zealand dipilih menjadi negara tujuan pertama karena Susan memang bercita-cita ingin ke sana dengan alasan ingin melihat salju.
Campervan yang digunakan di New Zealand

Campervan yang digunakan di New Zealand

Selain traveling menggunakan backpack, campervan pun dipilih sebagai sarana transportasi sekaligus akomodasi. Di New Zealand kami menyewa campervan selama 22 hari untuk menjelajahi South Island dan North Island. Sempat terhalang isu visa transit di Australia, kami tiba di Christchurch dalam waktu yang berbeda karena Susan terpaksa merubah rute terbang dari Singapura ke Auckland kemudian Christchurch tanpa perlu transit di Australia. Petualangan menggunakan campervan dengan biaya sewa 24 NZD per hari dimulai dari Christchurch kemudian mengarah ke selatan. Traveling dengan campervan merupakan pengalaman baru yang seru bagi kami, karena setiap malam kami harus membereskan bagian belakang mobil dan menyulapnya jadi tempat tidur. Belum lagi acara memasak yang kadang terpaksa dilakukan di dalam mobil saking dinginnya udara di luar.
Diwarnai pemandangan yang penuh salju dan disertai cuaca dingin, kami mengunjungi Dunedin, Milford Sound (lokasi wisata New Zealand yang populer), Queenstown, Pancake Rocks serta beruntung bisa melihat pinguin bermata kuning yang langka dan anjing laut di alam bebas. Dengan menggunakan ferry, kami menyeberang dari South Island ke North Island dan melanjutkan penjelajahan hingga Cape Reinga (titik paling utara di North Island). Di North Island kami sempat mengunjungi Thermal Park di Rotorua serta Waitomo Caves dengan formasi batu kapur keren dan glowworm-nya.
Selesai mengeksplor North Island, kami meninggalkan New Zealand melalui Auckland dan terbang menuju Sydney, tempat asal Adam. Dari sana, kami kembali merencanakan dengan spontan perjalanan road trip dengan menggunakan campervan. Sempat berniat untuk mencoba hitchhiking, namun tidak berhasil karena banyak yang tidak menyarankan untuk hitchhiking di Australia serta saat itu cuaca sedang dingin sehingga agak kurang menyenangkan jika harus berdiri di pinggir jalan terlalu lama. Akhirnya kami menyewa campervan selama 18 hari untuk menjelajahi Australia sampai ke Red Center (Australia tengah).
Bela-belain mengunjungi kota yang namanya dipakai jadi nama campervan saat di Australia.

Bela-belain mengunjungi kota yang namanya dipakai jadi nama campervan saat di Australia.

Road trip dimulai dari Sydney mengarah ke utara menuju western New South Wales, melewati beberapa Taman Nasional dengan gunung-gunung yang menakjubkan dan gua dengan Aboriginal Rock Art yang unik. Tujuan utama dari road trip adalah Ayer’s Rock yang dikenal juga dengan nama Uluru, batu super besar dengan tinggi 300 meter yang memiliki arti tersendiri bagi suku Aborigin. Dari sana, kami juga sempat mengunjungi Kata Tjuta (the Olgas) dan King’s Canyon yang tidak kalah menarik. Namun highlight dari road trip di Australia ini adalah pengalaman di alam liar dimana sangat mudah bertemu dengan hewan-hewan khas Australia seperti kangguru, wallaby, emu, echidna dan burung-burung langka lainnya. Malah kami pernah didatangi wallaby yang minta makanan saat berkemah.
Oh ya, bagi yang tertarik dengan melakukan road trip dengan menggunakan campervan, kami bagikan beberapa tips penting supaya perjalanan dengan campervannya lancar:
  1. Pilih campervan yang tepat: pertimbangkan berapa lama perjalanan, berapa jauh jarak yang harus ditempuh (berkenaan dengan efisiensi penggunaan bahan bakar), apakah ruangan yang tersedia di campervan tersebut cukup nyaman (tidak terlalu berdesak-desakan).
  2. Buatlah perencanaan yang baik: memang kadang perjalanan tanpa perencanaan itu menarik, namun kadang ada waktu di mana kita harus membuat perencanaan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, misalnya terpaksa parkir di pinggir jalan karena tidak menemukan camping spot. Di Australia, ada buku berjudul Camps (selalu diperbaharui secara reguler) yang berisi semua camping spot yang ada di seluruh penjuru Australia, lengkap dengan fasilitasnya (toilet, shower, perapian, BBQ, dll). Dengan buku itu, akan memudahkan perencanaan akan berhenti di mana malam itu, sehingga tidak perlu membahayakan diri dengan berhenti di pinggir jalan.
  3. Rencanakan baik-baik pengisian bensin: jika ingin menjelajahi negara yang luas seperti Australia, sebagian besar wilayah di tengah benua tersebut merupakan padang gurun tanpa ada kehidupan manusia. Jika kita tidak berencana seberapa jauh jarak yang harus ditempuh hari itu, ada kemungkinan kita melewatkan pengisian bahan bakar dan malah kehabisan bensin di tengah padang gurun.
  4. Rencanakan mengenai makanan: keuntungan dari perjalanan menggunakan campervan adalah bisa menghemat biaya makan dengan memasak sendiri, tidak perlu selalu makan di kafe atau restoran. Dengan adanya kulkas mini di dalam campervan, kita tidak perlu berbelanja setiap hari. Rencanakan dengan baik mana bahan makanan yang cepat rusak dan mana yang bisa bertahan lebih lama.
  5. Pahami aturan yang berlaku: walaupun campervan merupakan moda transportasi yang umum bagi para backpacker di beberapa negara, namun ada beberapa aturan yang harus dipahami. Salah satunya, campervan tidak bisa diparkir di mana saja. Akan ada banyak picnic spot yang memasang rambu larangan parkir atau menginap bagi campervan. Jangan coba-coba langgar itu atau kalian akan kena penalti. Di New Zealand banyak ranger berkeliaran memastikan para pengendara campervan tidak parkir sembarangan. Selain itu jangan mengotori camping spot dengan sampah dari dalam campervan.
Pemandangan yang didapat hanya dengan membuka tirai jendela campervan di pagi hari saat sunrise di Australia.

Pemandangan yang didapat hanya dengan membuka tirai jendela campervan di pagi hari saat sunrise di Australia.

Menarik kan konsep backpackneymoon dengan campervan ini? Bagi pasangan yang sedang merencanakan honeymoon, bisa mencoba konsep ini. Tidak perlu jauh-jauh sampai ke luar negeri, backpackneymoon ini juga pastinya seru dilakukan di dalam negeri. Perjalanan backpacking dengan campervan ini tentu saja bukan cuma buat pasangan yang lagi honeymoon, tapi buat semua orang baik single, pasangan, maupun grup keroyokan. Untuk gambaran mengenai budget, kami bagikan Travel Budget New Zealand di blog kami. Jika tertarik dengan konsep ini, silakan ikuti kisah petualangan kami di www.PergiDulu.com. Kami juga siap menjawab pertanyaan seputar tips traveling melalui twitter @PergiDulu. Enjoy traveling, because EVERYONE CAN TRAVEL!!🙂
Tentang Kami…
Print
Adam & Susan adalah pasangan beda negara yang hobi jalan-jalan. Adam, berasal dari Australia, adalah seorang penulis guide book untuk online guide book yang berfokus di negara-negara Asia Tenggara. Sedangkan Susan, berasal dari Bandung, membantu mengurus blog www.PergiDulu.com yang lahir sejak April 2012. Blog PergiDulu dibuat dengan tujuan untuk berbagi cerita tentang perjalanan, makanan & fotografi yang memang merupakan hal-hal yang mereka sukai. Selain itu mereka juga mengurus blog www.bacaresepdulu.com yang berisi resep-resep masakan dari berbagai negara. Ikuti cuap-cuap mereka melalui twit bilingual di twitter dengan akun bersama @PergiDulu.
[This is a guest post from Pergi Dulu to Travel Troopers. Thanks, Guys, for the article!😀 ]