POSTCARDS FROM HEAVEN

“I’ll send you a postcard saying I’m alright
I’ll write on the back that I’m in love with life”

~ Postcard by Jordin Sparks ~

Buah tangan atau oleh-oleh biasanya sering diminta kerabat jika kita akan atau sedang traveling ke suatu daerah. Setiap daerah pasti memiliki sesuatu yang khas dan dijual untuk dijadikan sebagai buah tangan. Oleh-oleh ini pun beragam. Ada yang berupa gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, bahkan ada yang berupa makanan khas daerah tersebut.

Bagi gw sendiri, biasanya sering mengoleh-olehkan diri sendiri berupa kerajinan tangan khas, gelang atau glassball. Sedangkan untuk kerabat atau teman kantor, biasanya berupa makanan atau pernak-pernik yang kecil. Alasannya sederhana saja; nggak ribet dan gampang dibawa. Mungkin banyak pejalan yang nggak mau repot membeli oleh-oleh untuk kerabatnya. Alasannya pun beragam; nggak ada budget, nggak sempat, dll. Tapi banyak juga yang sering menyempatkan waktu di sela-sela travelingnya untuk sekedar ke toko souvenir demi membelikan oleh-oleh kerabatnya. Biasanya kalo gw dimintain oleh-oleh, gw selalu jawab dengan bercanda, “Ntar oleh-olehnya foto aja ya”. Nah celetukan bercandaan ini ada yang mengiyakan, tapi ada juga yang membalas dengan komen, “Emang foto lo bisa dimakan?”. Pffft. Ini sih hak masing-masing orang ya. Mau ngasih oleh-oleh syukur, nggak ya nerimo #yakalemarah.

Mungkin kadang banyak yang agak bingung kali ya menentukan oleh-oleh apa yang akan diberikan. Dan berujung pada dibeli ala kadarnya. Yang penting dibawain. Hahaha. Nah, gw terinspirasi oleh @DuaRansel yang membagikan oleh-oleh berupa kartu pos kepada followernya ketika mereka berada di Edensor. Well, ide cemerlang! Nggak perlu repot ketika packing pulang. Nggak perlu menuh-menuhin dan berat-beratin tas. SIMPEL!  Kalo @DuaRansel membagikan kartu pos hasil foto mereka sendiri, kalo gw sih memilih membelinya. Kenapa? Lebih ribet nyari tempat nge-print kualitas kartu pos ketimbang membelinya di kantor pos. Selain itu, belum pede dengan hasil foto sendiri. Hehehe. Sebelum kepergian gw untuk training ke Polandia, sempat mem-broadcast ke teman-teman yang emang mau diberikan kartu pos atau yang memang mengkoleksinya. Selain itu, mulai browsing GoogleMaps untuk mencari lokasi kantor pos terdekat dari tempat menginap. Well, sebagaimana postingan gw di blog gw, semua harus dipersiapkan dengan baik bukan?😉

Foto si KartuPos

Foto si KartuPos

Ketika sudah di Warsawa, banyak sekali toko souvenir yang menjual kartu pos. Desain dan gambarnya pun beragam. Dari foto-foto bangunan khas sana, sampai ke lambang negara. Dan yang uniknya, gw menemukan juga postcard 3D! Agak pusing sih lihatnya. Hehehe. Harganya juga cukup terjangkau lho! Di Warsawa sih 1 Zloty dapat 1 kartu pos. Tapi ketika di Amsterdam, 1 kartu pos dibandrol 1.25 Euro. Oiya, mudahnya 1 Zloty itu 3 ribuan Rupiah sedangkan 1 Euro itu 12 ribuan Rupiah pada saat itu. Langsung aja gw ngeborong beberapa gambar dan desain. Berbeda untuk masing-masing orang yang gw kirim. Perjuangan membeli kartu posnya sih gampang ya. Sekarang perjuangan mencari kantor posnya.

Karena saat itu pukul 6 sore waktu setempat yang rasa dingin dan gelapnya sama ama jam 10 malam, gw nggak mungkin ke kantor pos yang dekat hotel. Alhasil ketika membeli kartu pos di toko souvenir, gw memberanikan bertanya ke penjualnya dimana letak kantor pos terdekat. Si penjual pun memberitahu bahwa letak kantor pos ini persis di pojokan jalan sebelah kiri tokonya. Selain itu, gw juga tanya jam tutup kantor posnya, katanya jam 7 malam baru tutup. Berbekal informasi ini, gw pun keluar untuk mencari kantorposnya. Nah!! Karena cuma dibilang di pojokan jalan, sampai pojokan jalanpun gw kebingungan. Celingak-celinguk nyariin dimana letak si kantorpos. Nggak usah tanya kenapa, pertama gw nggak bisa bahasa Poland dan yang kedua bangunannya sama semua dan nggak ada warna oranye kaya lambang Pos Indonesia. Huft. Pas kebingungan, gelap-gelap dan dingin-dinginan, mata gw langsung melihat sebuah kotak seperti kotak pos dengan tulisan POZCTA. Kenapa gw mengenali tulisan ini padahal nggak bisa bahasa Poland? Berkat riset sebelumnya donk! Thanks Google! :*

Antrian di kantor pos Warsawa

Antrian di kantor pos Warsawa

Gw pun memasuki kantor pos yang dari luar seperti rumah ini. Di dalamnya ternyata masih banyak yang antre untuk mengeposkan sesuatu. Gw pun turut mengantre. Sampai saatnya giliran gw di depan loket. Langsunglah gw bertanya, “Can you speak English?”. Si penjaga loket menggeleng. Bzzzzz. Bahasa Tarzan, bahasa tubuh dan bahasa kalbupun ge kerahkan. Gw mulai dengan mengeluarkan tumpukan kartupos yang barusan gw beli. Gw tunjuk-tunjuk tumpukan itu sambil mengeluarkan kata “Indonesia, Asia”. Dia pun mengerti dan  mengeluarkan kalkulator kemudian mengetikkan “3.5”. Gw pun sigap mengalikan 3.5 Zlotydengan jumlah kartu pos yang akan gw kirimkan dan mengeluarkan sejumlah Zloty. Well, murahlah ya. Mengirimkan kartu pos dari benua Eropa ke benua Asia cuma sekitar 10ribu Rupiah. Si penjaga loketpun mengeluarkan sejumlah perangko untuk kemudian gw tempelkan di kartu pos-kartu pos gw. Dia juga memberikan semacam stiker untuk ditempelkan juga. Tulisan di stikernya “Priorytet Prioritaire”, yang kayanya artinya “Prioritas”. Hahaha.

Selesai nempel-nempelin perangko, gw pun menyodorkan tumpukan kartu pos gw ke si penjaga loket. Si penjaga loket kebingungan sambil geleng-geleng dan menunjuk-nunjuk ke luar. Lha, siapa suruh kaga bisa bahasa Inggris. Gw kan nggak ngerti prosedurnya. Sampai akhirnya ada cewek yang baik hati dan tidak sombong menunjukkan ke gw supaya memasukkan seluruh kartu pos gw ke sebuah kotak. Plung. Plung. Plung. Gw masukkinlah semuanya dan tinggal menunggu konfirmasi ke teman-teman sampai tidaknya si kartu pos.

Kotak Pos di  Warsawa - Polandia

Kotak Pos di Warsawa – Polandia

Walaupun si kartu pos datangnya setelah gw udah sampai di Indonesia, tapi kan tetap judulnya buah tangan. Apalagi unik kan? Nggak sampe 20 ribu Rupiah loh. Kerabat senang, kantongpun senang😀

 

About Antho

foto antho

An enjoyneer. Amateur photographer. Full time traveler (in life). Beach lover. Sushi addict. Chocolate maniac. Family man.

Want to know him further? Check him out on Twitter @JustAntho & blog http://kucingbloon.wordpress.com