WASPADA! Binatang laut berikut bisa membawa petaka ketika liburan.

Laut saat ini telah menjadi tujuan wisata yang banyak diminati masyarakat dunia, khususnya Indonesia.

Masyarakat berbondong-bondong datang ke pantai di kala senggang sebagai sarana melepas stress dan penat dari aktivitas sehari-hari. Sebut saja Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Bali, Raja Ampat, Wakatobi, dll.

Aktivitas melepas penat di pantai ini tidak lepas dari kegiatan seperti snorkeling, diving, berenang atau hanya sekedar berjemur dan merendam kaki di pinggir pantai. Dua aktivitas yang disebutkan pertama mungkin adalah aktivitas yang saat ini sedang amat diminati oleh para wisatawan.

Bagi pemula, aktivitas seperti snorkeling dan diving dianggap sebagai momen untuk berinteraksi lebih dekat dengan biota laut seperti karang, ikan laut, dan populasi lain di dalamnya. Namun banyak sekali pemula yang kurang bijak menggunakan kesempatan tersebut dengan memegang, mengambil, atau merusak biota-biota di ekosistem laut tersebut dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Selain merusak keindahan alam dan mengganggu aktivitas serta habitat biota laut tersebut, tindakan tersebut juga dapat berdampak buruk untuk wisatawan itu sendiri.

Beberapa biota laut memiliki defense mechanism yang dapat berakibat buruk bagi manusia. Berikut akan dijelaskan beberapa biota laut yang sering menyebabkan cedera atau bahkan kematian bagi manusia.

1. Hiu

Boleh dibilang kasus serangan hiu di Indonesia sangat jarang terjadi. Insidensinya tidak banyak. Namun hal ini tidak menjadikan kita seseorang yang tidak tahu menahu mengenai serangan hiu, bukan? Hiu termasuk hewan laut yang jarang menyerang manusia. Hanya beberapa spesies yang diketahui suka menyerang manusia, contohnya Great White Shark dan Tiger Shark. Gambaran klinis dari serangan gigitan hiu ditandai dengan luka yang berat dan luas, adanya amputasi jaringan, perdarahan, dan syok. Pengobatan yang disarankan :

  • Resusitasi1 ditempat
  • Hentikan perdarahan
  • Berikan Anti-Nyeri
  • Tranfusi plasma atau cairan
  • Jangan memberi apapun via mulut
  • Rujuk ke rumah sakit terdekat

Sayangnya, serangan hiu adalah salah satu kejadian yang belum ada pencegahannya.

2. Sea Wasp (Ubur-ubur) – Chironex Fleckeri

Banyak orang yang menanggap ubur-ubur sebagai hewan laut yang menarik dan lucu.Tapi tidak untuk Chironex Fleckeri. Saran saya apabila anda berjumpa dengan spesies ini di laut, SEGERA MENJAUH DAN KELUAR DARI AIR. Ubur-ubur yang satu ini didaulat sebagai ubur-ubur paling mematikan di dunia.Sengatan spesies tersebut dapat menyebab rasa nyeri berkepanjangan hingga kematian, baik yang disebabkan karena sengatan maupun karena tenggelam. Pertolongan yang bisa diberikan :

  • Singkirkan korban
  • Tuangkan spiritus, alkohol, atau cuka pada luka
  • Berikan Anti-nyeri
  • Resusitasi
  • Antitoksin

Pencegahannya adalah dengan menghindari menyelam pada saat musim ubur-ubur, menggunakan pakaian selam standar dan vaksinasi.

3.  Kerang Beracun

Beberapa kerang yang sering ditemukan di pantai memiliki racun yang sangat berbahaya bagi manusia. Gejala yang ditimbulkan antara lain perasaan tebal dan tertusuk-tusuk, kelumpuhan pernapasan, dan gagal jantung. Pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan membuat sayatan di sekitar luka dan lakukan resusitasi.

4. Blue Ringed Octopus

Gurita ini bisa dikatakan sebagai gurita paling cantik di dunia. Dengan ukuran 12-20 cm disertai corak lingkaran berbentuk seperti cincin berwarna biru-kuning-hitam tidak diragukan lagi apabila gurita ini dianggap cantik oleh para penyelam. Tapi tunggu dulu! Gurita yang satu ini bukanlah teman bermain yang baik untuk manusia.Sayang dengan kecantikannya, Blue Ringed Octopus bukanlah sahabat yang baik bagi manusia.Gurita jenis ini merupakan gurita paling beracun di dunia. Racun gurita ini berasal dari bakteri yang terdapat di kelenjar ludahnya. Gejala yang timbul apabila keracunan adalah kelumpuhan, makin parah dalam beberapa menit hingga menyebabkan henti napas dan kematian. Pengobatan yang dapat dilakukan :

  • Resusitasi
  • Jangan sentuh langsung
  • Lakukan insisi di daerah luka dengan terlebih dahulu menahan aliran darah dengan pengikatan

Anti-toksin untuk racun yang disebabkan Blue Ringed Octopus ini masih belum ditemukan.

5. Stone Fish (Synanceia)

Ikan ini memiliki kamuflase yang sempurna di bawah laut.Dengan wujud menyerupai karang, banyak penyelam yang tidak menyadari kehadiran ikan ini dan akhirnya menginjaknya.Ikan ini mengeluarkan neurotoksin, racun yang menyerang sistem saraf, dari ujung-ujung siripnya yang menyerupai jarum.Akibat yang dihasilkan apabila terkena racunnya adalah nyeri hebat di sekitar luka, peradangan, syok, gangguan pernapasan, koma, dan meninggal (jarang). Pengobatan yang dapat dilakukan :

  • Ikat bagian sekitar luka yang mendekati batang tubuh agar racun tidak menyebar ke seluruh tubuh
  • Anastesi lokal
  • Rendam dengan air panas (450C)
  • Morfin (instruksi dokter)
  • Anti Toksin (instruksi dokter)
  • Jika diperlukan resusitasi

Pencegahan untuk menghindari tersengat ikan ini antara lain jangan memegang ikan ini dan gunakan alas kaki yang tebal.

6. Ular Laut

Termasuk golongan hewan yang pendiam dan cenderung menghindari manusia di dalam air.Ular laut memiliki bisa yang cukup berbahaya bagi manusia walau jarang menimbulkan kematian. Gejala timbul dua puluh menit sampai beberapa jam setelah gigitan, ditandai dengan kekakuan anggota tubuh, rasa sakit, kontraksi otot dan kelemahan, kelumpuhan otot pernapasan, korban panik dan aktifitas menjadi tidak wajar. Pengobatannya antara lain :

  • Insisi di daerah luka
  • Istirahat/ditenangkan
  • Resusitasi
  • Anti bisa

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjauhi habitat ular laut mengenakan pakaian selam standar dan tidak panik.

7. Moray Eel

Sumber: en.wikipedia.org

Belut yang satu ini bukan lah belut yang anda ingin sajikan di atas piring ketika makan. Dengan ukuran yang jauh lebih besar dari belut yang biasa kita makan menjadikan Moray Eel biota laut yang cukup berbahaya. Moray Eel termasuk spesies yang pendiam dan bersembunyi di balik karang. Belut ini menyerang hanya untuk mekanisme perlindungan.Gigitan belut ini bisa membuat kita kehilangan jari, lho!

8. Sea Urchin (Bulu Babi)

Sumber: bodrumpeninsulatravelguide.co.uk (gambar kanan) dan ocean.nationalgeographic.com (gambar kiri)

Mendengar namanya saja mungkin anda akan tertawa. Ya, Bulu Babi adalah salah satu biota laut yang musti kita hindari. Duri-durinya memang terlihat cantik dan menawan. Tapi menyentuh Bulu Babi tanpa alat pelindung bukanlah keputusan yang bijak! Walau tidak mematikan dan bisa dikonsumsi (di beberapa negara dan daerah di Indonesia), rasa sakit tertusuk duri Bulu Babi tak bisa dihindarkan. Pengobatannya antara lain :

  • Keluarkan duri dari kulit
  • Siram dengan air panas

9. Sting Ray

Masih ingat kejadian tewasnya Steve Irwin  karena sengatan Stingray? Masih melekat di benak kita seorang Steve Irwin dengan kapasitasnya sebagai seorang wildlife expert terpaksa harus meregang nyawa akibat sengatan Stingray ini.

Stingray termasuk hewan yang tenang dan jarang mendekati manusia. Serangan Stingray biasanya diakibatkan karena ulah manusia sendiri. Sengatan stingray dapat menyebabkan nyeri, bengkak, kram otot, dan dapat menyebabkan infeksi apabila luka dibiarkan terbuka. Sengatan Stingraytidak mematikan, kecuali terkena di bagian vital.

10. Scorpion Fish

Siapa yang tidak terpesona dengan keindahan dan keanggunan ikan ini dibawah air. Semua pasti mengangguk setuju. Scorpion Fish hidup di laut tropis namun banyak juga dipelihara di dalam akuarium. Terbesit untuk bermain-main dan memegang ikan ini? Sebaiknya anda berpikir dua kali untuk melakukannya. Di sirip-sirip Scorpion Fish ini terdapat racun yang amat berbahaya bagi manusia. Racun ikan ini dapat menyebabkan :

  • Nyeri dan bengkak di sekitar luka
  • Perubahan tekanan darah
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Kelumpuhan
  • Kejang
  • Gangguan napas

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah mencuci luka kontak dengan air hangat. Berikan air dengan suhu terpanas yang manusia dapat toleransi. Berikutnya? Bawa ke rumah sakit terdekat !

….

Ya, pada akhirnya, baik kita hanya sebatas wisatawan, pelaku hobi olahraga air, maupun profesional sekali pun, kita patut menghormati kelestarian alam dan bertanggung jawab dengan segala tindakan kita. Kita tidak ingin dikenang sebagai generasi perusak alam, bukan ?

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Sedikit banyak pepatah tersebut bisa kembali mengingatkan kita bahwa alam memiliki aturannya, bahwa alam berproses secara rumit, dan bahwa alam menjunjung tinggi toleransi dan  kesinambungan. So, Respect!

— HONORING THE NATURE

AND

BUILDING BRIDGES BETWEEN SPECIES —

Referensi: Berbagai sumber

Cheers,

 

 

 

 

 

 

Sony Wira Sakti

Twitter : @sonew00

Facebook : Sony Wirasakti

Personal e-mail :justsonyw@yahoo.com

Skype : sonew89

Blog: I’m Bouncing Around

My Profile

I am :

  • A boy
  • A college student
  • The eldest son
  • A conditional traveler
  • A story teller
  • A dreamer
  • A lover

I do :

  • Like singing
  • Like water (Swimming, diving, snorkeling)
  • Like writing
  • Like exploring
  • Like tweeting
  • Like making friendship

Still not enough yet? Hit the FOLLOW button on @sonew00 ‘s profile. Respect me and vice versa.